Pln Aliri Listrik 150 Kilovolt Untuk Interkoneksi Kelistrikan Sumatera-Bangka

JAKARTA, TAMBANG – Interkoneksi tata cara kelistrikan Sumatera-Bangka melalui kabel listrik bawah bahari akan secepatnya terwujud. PT PLN (Persero) sukses memberikan tegangan tahap pertama pada transmisi terusan udara tegangan tinggi (SUTT) 150 Kilo Volt (KV) dari Gardu Induk (GI) Muntok menuju ke landing point Muntok, Bangka Barat.

“Selesainya rangkaian metode interkoneksi di sisi Bangka menandai kesiapan infrastruktur sebelum daya listrik dari metode kelistrikan Sumatera masuk ke dalam satu metode kelistrikan Bangka,” kata Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto, dikutip Jumat (25/2).

Saat ini, tata cara kelistrikan Pulau Bangka dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan daya bisa sebesar 183 megawatt (MW), sedangkan beban puncak yang dimiliki dikala ini sebesar 181 MW. Sehingga bila terdapat pemeliharaan pembangkit, maka memiliki potensi terjadi defisit atau pemadaman.

Dengan adanya interkoneksi tersebut, sistem kelistrikan Bangka menjadi satu ke dalam metode kelistrikan Sumatera, sehingga pasokan listrik dari pembangkit listrik di Sumatera mampu mengantisipasi tingginya kemajuan dan kesempatankenaikan keperluan listrik.

“Selain itu juga, untuk menghentikan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil di Bangka sehingga mampu menekan ongkos produksi listrik,” lanjutnya.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, Muhammad Dahlan Djamaluddin mengatakan bahwa sumbangan tegangan dilaksanakan pada Pukul 01.45 WIB (17/2) sehabis melalui berbagai proses tahapan yang harus dilakukan dengan sarat kehati-hatian. Pasalnya, ketika proses tersebut sistem kelistrikan Bangka mesti tetap beroperasi normal tanpa padam.

Saat ini, kabel bawah maritim sirkit 1 sepanjang 36 kilometer (km) sudah terhampar dari Landing Point Tanjung Carat, Sumatera menuju Landing Point Muntok, Bangka. Sedangkan sirkit 2 masih dalam tahap penggelaran kabel. Sementara di sisi Sumatera proses konstruksi masih terus berjalan.

“Di mana dominan berada di lokasi rawa dan tanah berlumpur, sehingga pengerjaannya memerlukan kemampuan dan metode khusus seperti memakai kapal kecil untuk mobilisasi peralatan dan material. Bahkan kondisi geografis pada beberapa titik lokasi ekstrem serta rawan predator sungai dan rawa,” paparnya.

Ia berharap, proses pekerjaan interkoneksi Sumatera–Bangka mampu secepatnya dituntaskan. Sehingga kelistrikan Bangka mampu segera terhubung menjadi satu tata cara dengan kelistrikan di Sumatera untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik yang handal, efisien dan ramah lingkungan bagi warga Bangka.

Dahlan juga mengucapkan terima kasih atas tunjangan para pemangku kepentingan dan masyarakat sehingga pembangunan infrastruktur listrik ini berjalan dengan tanpa kendala.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas kerja keras seluruh tim dan pemberian stakeholder yang sudah banyak memberikan derma dan perlindungan selama proses pengujian dan pembebanan tegangan,” ujarnya.