Pln Penuhi Kebutuhan Listrik Perusahaan Pengolahan Porang Di Provinsi Riau

Jakarta, TAMBANG – PT PLN (Persero) mendukung kenaikan kinerja ekspor nasional dengan menyanggupi kebutuhan listrik industri pembuatan porang dan turunannya di Provinsi Riau. Hal tersebut tercermin lewat penyambungan baru listrik pada PT Mitra Porang Nusantara dengan daya 197 kilovolt ampere (kVA) dan perubahan daya dari 10,6 kVA menjadi 197 kVA.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIWRKR), Hartono menyampaikan daya bisa listrik di Riau mencapai 1.066,9 megawatt (MW) dan beban puncak 942 MW. Hal tersebut menunjukan Provinsi Riau memiliki daya surplus sebesar 124,9 MW.

“Dengan kondisi ini kami inginkan para penanam modal tidak perlu mewaspadai ketersediaan pasokan listrik di Provinsi Riau,” ujar Hartono dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (11/5).

Listrik sebagai energi dasar yang mendukung produktivitas, kata Hartono, akan sangat membantu peningkatan kapasitas industri. Dalam hal ini, peningkatan produksi pembuatan porang.

Hartono menambahkan, saat ini porang merupakan salah satu komoditas yang menjadi primadona dan sangat terbuka pasarnya baik didalam maupun luar negeri.

“Dengan adanya pabrik porang yang akan beroperasi memakai listrik PLN di Provinsi Riau, pasti akan sangat dinantikan oleh para petani porang baik yang berada di Riau maupun provinsi tetangga,” pungkasnya.

Direktur PT Mitra Porang Nusantara, Ryan Adidharma Audwinto mengapresiasi proses penyambungan baru dan permintaan tambah daya yang dilaksanakan PLN.

“Kami berterima kasih atas pelayanan yang diberikan PLN alasannya adalah dengan kondisi saat ini listrik di pabrik pengolahan porang ini telah tercukupi untuk mampu beroperasi pada bulan Mei setelah idul fitri,” kata Ryan.

Saat ini, PT Mitra Porang Nusantara mempunyai kapasitas 50 ton umbi segar dan memproduksi olahan Porang menjadi kripik (chips) ataupun tepung (powder) yang diekspor ke beberapa negara tujuan seperti Thailand, Vietnam, China juga Australia.

“Ke depan kami berencana jikalau supply materi baku cukup maka akan menyebarkan pembuatan porang menjadi barang jadi mirip mie, tahu atau beras yang sehat,” ujar Ryan.