Presiden Joko Widofo Kerjakan Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Di Karawang

Jakarta,TAMBANG,-Presiden Joko Widodo melaksanakan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Tak cuma di Indonesia, pabrik milik PT HKML Battery Indonesia yang berlokasi di Kompleks Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang tersebut juga merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama yang ada di Asia Tenggara.

“Kita pantas bersyukur hari ini bisa melihat groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya dikala pelantikan berjalan.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan berkomitmen penuh untuk menawarkan pinjaman dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan fasilitas perizinan terhadap para pelaku perjuangan dan para investor dalam mengembangkan usahanya di Tanah Air.

“Pemerintah juga terbuka atas aneka macam inisiatif koordinasi dengan negara-negara sahabat,” terang Presiden.

Presiden juga berharap kerja sama antara perusahaan Korea Selatan dengan perusahaan Indonesia akan semakin diperkuat serta melibatkan perjuangan mikro, kecil, dan perjuangan menengah yang ada di Tanah Air, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

“Saya berpesan supaya kolaborasi yang terbangun bukan cuma di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan perjuangan menengah,” ujar Presiden.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam laporannya menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan koordinasi terkait kerja sama tersebut. Menurutnya, pemerintah Korea Selatan sepakat untuk mewujudkan kolaborasi tersebut.

“Kami bicara dengan Menkonya di Korea, Motie-nya (Ministry of Trade, Industry, and Energy) sepakat bahwa lapangan pekerjaan akan diprioritaskan ke lapangan pekerjaan dalam negeri dan juga kolaborasi antara BUMN, LG grup, kemudian UMKM dan usahawan nasional yang ada di tempat,” ujar Bahlil Lahadalia.

Untuk dikenali, groundbreaking ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Busan, Korea Selatan, pada November 2019 kemudian. Setelah melalui proses negosiasi yang panjang, Kementerian Investasi/BKPM sudah sukses meyakinkan planning investasi Group Konsorsium Perusahaan Korea Selatan di bidang industri baterai terintegrasi pertambangan, smelter, refinery, precursor cathode, dan sel baterai untuk mobil listrik dengan total investasi sebesar USD9,8 miliar.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pelantikan tersebut adalah Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae Sung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan CEO PT HKML Battery Indonesia William Hong.