Presiden Jokowi Sebut Ada Tiga Tantangan Besar Dalam Transisi Energi, Apa Saja?

Jakarta, TAMBANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa transisi energi akan mengubah banyak hal sehingga dibutuhkan seni manajemen sempurna untuk mengidentifikasi tantangan yang ada. Menurutnya, terdapat tiga tantangan besar dalam transisi energi yang perlu menerima perhatian semua pihak, adalah terkait energi higienis, pendanaan dan bantuan riset dan teknologi.

“Transisi energi akan mengganti banyak hal: pergeseran pekerjaan, skenario pembangunan, orientasi bisnis dan yang lain. Karena itu, diharapkan seni manajemen dan mekanisme yang sempurna untuk mengidentifikasi tantangan saat ini dan tantangan di abad ke depan supaya transisi energi rendah karbon yang adil dan merata mampu terealisasi dengan baik,” kata Jokowi dalam informasi resmi, dikutip Jumat (18/3).

Pertama terkait dengan jalan masuk energi bersih. Menurut Jokowi, dunia menghadapi realita bahwa tidak semua warga dunia mempunyai kanal pada energi yang terjangkau, ahli, berkesinambungan, dan modern.

“Kita mesti mendorong energi higienis untuk semua, terutama energi untuk elektrifikasi dan clean cooking, leaving no one behind,” imbuhnya.

Tantangan kedua, terkait dengan problem pendanaan, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa proses transisi membutuhkan dana yang sangat besar. Transisi energi membutuhkan proyek-proyek gres, artinya juga diperlukan investasi yang baru.

Karena itu diharapkan eksplorasi mekanisme pembiayaan yang tepat agar tercipta keekonomian, harga yang kompetitif, dan tidak menambah beban masyarakat.

Tantangan ketiga yaitu dukungan riset dan teknologi. Menurut Jokowi, dalam transisi energi dibutuhkan tugas ilmu wawasan dan teknologi untuk menghasilkan teknologi gres yang lebih efisien dan lebih kompetitif sehingga bisa menurunkan ongkos dan memajukan nilai tambah pada produk industri energi baru terbarukan.

Selain itu, diperlukan persiapan aneka macam kompetensi dan keterampilan dari tingkat dasar sampai sekolah tinggi tinggi sehingga tersedia Sumber Daya Manusia yang unggul untuk mendukung transisi energi.

“Saya optimistis dibalik semua tantangan itu ada sejumlah potensi yang terbuka lebar. Kemampuan kita mengatasi tantangan transisi energi akan membuka potensi gres dan lapangan kerja baru, peningkatan keperluan keahlian inovasi teknologi dan digitalisasi, terbukanya peluang ekonomi gres ekonomi hijau untuk mempercepat pemulihan global,” jelasnya.

Presiden Jokowi berharap G20 mampu menjembatani dan mendorong negara-negara meningkat dan maju pada keanggotaan G20 untuk mempercepat proses transisi energi, memperkuat metode energi global yang adil dan berkesinambungan dalam sebuah kesepakatan global.

Jokowi kemudian menegaskan bahwa negara yang bebannya berat harus dibantu dan diberikan akomodasi. Sementara negara yang sudah siap, bisa jalan apalagi dulu sambil membantu negara lain yang belum bisa.

“Kita harus membangun lebih banyak kerja sama untuk membuat lebih mudah kanal layanan energi yang terjangkau, menciptakan penemuan teknologi dan terobosan pendanaan, merumuskan seni manajemen yang konsisten dan berkesinambungan. Terakhir, aku kehendaki webinar ini akan menciptakan gagasan-pemikiran yang implementatif untuk mendorong tercapainya komitmen global yang besar lengan berkuasa dan fokus untuk mewujudkan ekosistem transisi energi yang berkeadilan,” tandasnya.