Progres Smelter Di Bawah Target, Freeport Ngotot Minta Diundur

Jakarta, TAMBANG – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersikeras meminta target pembangunan smelter diundur. Hal ini disampaikan dikala Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII dewan perwakilan rakyat RI, Kamis (27/8).

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi mendesak supaya kemudahan pembuatan dan pemurnian tembaga yang dibangun di daerah Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur itu, ditangguhkan target penyelesaiannya sampai tahun 2024. Mundur dari jadwal semula yang dijadwalkan berakhir pada tahun 2023.

Permintaan tersebut disampaikan setelah proses pembangunan sempat berhenti selama enam bulan belakangan, akhir dampak Covid-19. Pasalnya, kawan kontraktor PTFI yang melaksanakan enginering, procurement, and construction (EPC) belum mampu melaksanakan kesepaktan dengan PTFI, terkait ongkos dan juga durasi solusi proyek.

“Dari sisi biaya, vendor enggak mampu kasih harga tamat. Sisi waktu akhir penundaan Covid-19 ini telah berjalan enam bulan. Sehingga bila kita paksakan di 2023, EPC kontraktor enggak sanggup. Perlu revisi agenda. Makara bila memungkinkan semoga kami dikasih keleluasaan sampai 2024,” ujar Jenpino.

Selain itu, akhir dampak Covid-19, kontraktor EPC yang berasal dari mancanegara terpaksa tidak bisa melanjutkan pembangunan di Indonesia sebab ada kebijakan pembatasan daerah di negara mereka.

“Makara sukar mereka. Ada vendor yang telah aktif ada yang belum,” tuturnya.