Proyek Underground Tujuh Bukit Mdka Masih Tahap Studi Kelayakan

Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengabarkan bahwa proyek underground Tujuh Bukit, Banyuwangi, masih dalam tahap studi kelayakan. Hal ini disampaikan Wakil Direktur MDKA, Simon James Milroy usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sementara waktu lalu.

“Pani projek dan Tujuh Bukit projek fokus dikala ini feasibility studi di kedua proyek tadi. Termasuk pengeboran yang sedang berlangsung,” kata Simon, dikutip Senin (13/6).

Sebagaimana diketahui, sampai kuartal I, MDKA telah menggelontorkan dana sebesar Rp149,2 miliar untuk tahap eksplorasi tiga area pertambangan adalah Tujuh Bukit, Pulau Wetar dan Blok Pani. Anggaran tersebut di antaranya dipakai untuk pemeliharaan terowongan, pengeboran definisi sumber daya tanah dan pekerjaan tes terkait area.  

Dalam potensi ini, MDKA juga mengumumkan capaian gemilang sepanjang kuartal I 2022. Perusahaan yang konsentrasi pada pertambangan mineral ini sukses memproduksi 33.968 ons emas atau naik 104,8 persen dibanding abad sama tahun kemudian yang meraih 16.585 ons.

”Dari segi keuangan dan operasional, MDKA mencatatkan kinerja cemerlang pada Kuartal I 2022. MDKA berhasil memproduksi 33.968 ounces emas yang meningkat hingga 104,8% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 16.585 ounces, kata Corporate Secretary MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri.

Adi lalu menyatakan bahwa perusahaan juga sukses meningkatkan hasil produksi tembaga sebesar 111,6% dari 2.489 ton di Kuartal I 2021 menjadi 5.267 ton di masa yang serupa di tahun ini.

Pada Kuartal I 2022 ini, MDKA juga berhasil mencatatkan keuntungan sebesar USD65,41 juta yang melonjak signifikan dari sebelumnya merugi USD6,34 juta pada kurun yang serupa tahun sebelumnya. MDKA juga menorehkan pendapatan yang lebih besar lengan berkuasa yang dicerminkan oleh capaian EBITDA sebesar USD105 juta ketimbang abad yang sama tahun sebelumnya sebesar USD25 juta.

Perolehan laba dan EBITDA ini didorong oleh eksistensi dan operasional aset MDKA yaitu, Tambang Emas Tujuh Bukit  dan Tambang Tembaga Wetar.

Sepanjang 2022, Tambang Emas Tujuh Bukit ditargetkan memproduksi pada kisaran 100.000 ounces hingga 120.000 ounces emas dengan AISC sebesar USD1.000 per ounce sampai USD1.100 per ounce, sehabis dikurangi kredit perak.

Per 31 Maret 2022, sebanyak 49.217 ounces emas dilindung nilai dengan harga rata-rata US$1.864 per ounce untuk periode April 2022 sampai dengan Juni 2023. Adapun, Tambang Tembaga Wetar sepanjang 2022 ditargetkan memproduksi di kisaran 18.000 ton sampai 22.000 ton tembaga dengan AISC sebesar USD6.820 per ton sampai USD7.480 per ton.

Tingkat bikinan akan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya sehabis dimulainya penggunaan Water Treatment Plant. Per 31 Maret 2022, sebanyak 2.000 ton tembaga dilindung nilai dengan harga rata-rata USD9.838/ton untuk kala April hingga dengan Juli 2022.