Ptar Sumbang Kendaraan Untuk Dukung Sanctuary Macan Sumatera Barumun

Jakarta,TAMBANG,- PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mendukung Sanctuary Harimau Sumatra Barumun. Kali ini pemberian tersebut diwujudkan dengan mendonasikan satu unit mobil Penyelamat Satwa jenis Toyota Hilux Single Cabin kepada Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan (YPBMM). Penyerahan kendaraan senilai Rp 430 juta yang dilengkapi sangkar satwa dan peralatan penyelamatan tersebut dilaksanakan simbolis oleh Senior Manager Government Relations PTAR, Irwanto Situmorang kepada Ketua Umum YPBMM, Eddy dan Pembina YPBMM Biksu Nyanaprathama Mahasthavira di kantor YPBMM di Medan, Rabu (11/8).

Untuk diketahui, YPBMM merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat nirlaba berbasis di Medan yang bergerak di bidang konservasi dan pengembangan masyarakat. YPBMM berbagi Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) berlokasi di Kabupaten Padang Lawas, semenjak tahun 2015. Lokasi tersebut dikembangkan sebagai daerah konservasi satwa liar, terutama gajah dan macan Sumatra. Selain itu, program pengembangan penduduk juga dilakukan di 16 desa sekitar tempat konservasi.

Direktur External Relations PTAR, Sanny Tjan menyatakan derma PTAR kepada Sanctuary Harimau Sumatra Barumun sejalan dengan langkah strategis perusahaan dalam pelestarian dan pemanfaatan nilai tambah keanekaragaman hayati. Ini ialah salah satu upaya kunci mempertahankan keseimbangan ekosistem dan habitat binatang atau tanaman.

“Dukungan kendaraan ini untuk menunjang acara penyelamatan satwa sehingga tingkat keragaman hayati tetap tinggi dan mampu terus menopang penduduk dan kehidupannya,” kata Sanny. 

Sanny juga menerangkan, parts atau aksesoris mulai dari kandang macan, radio komunikasi, full-set tenda kanvas pelindung sangkar, jaring pelindung satwa (animal net) dan perlengkapan standard lainnya telah terpasang dalam kendaraan tersebut. “Spesifikasi sudah sesuai Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem biar upaya evakuasi Harimau Sumatra berjalan baik,” jelas Sanny.

Sanny mengungkapkan santunan terhadap YPBMM ini berawal dari kolaborasi pelepasliaran macan Sumatra Sri Nabila ke Taman Nasional Gunung Leuser pada tanggal 3 November 2020 silam. PTAR melanjutkan kemitraan dengan YPBMM dengan melaksanakan konservasi harimau Sumatra.

Sementara itu Pembina YPBMM, Biksu Nyanaprathama Mahasthavira dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan syukur atas dukungan serta motivasi baik dari Pemerintah maupun PT Agincourt Resources. “Semoga lewat santunan ini tujuan kita melakukan konservasi mampu tercapai,” kata Biksu. Khususnya dalam rangka menyelamatkan satwa harimau di Barumun Sanctuary.

Program konservasi macan Sumatra yang diatur YPBMM dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem No: SK.373/KSDAE/SET/KSA.2/9/2016 tanggal 30 September 2016 wacana Penetapan Suaka Satwa Harimau Sumatra Desa Batu Nanggar, Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas. Berdasarkan kesepakatan tersebut aktivitas konservasi berada dalam kerjasama penuh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara yang mempunyai acara evakuasi, rehabilitasi dan pelepasliaran Harimau Sumatra (Panthera Tigris).

Sementara itu, Kasubbag Data Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumatra Utara, Andoko Hidayat bersyukur dan berterima kasih terhadap Manajemen PT Agincourt Resources untuk konstribusi penting kepada konservasi macan Sumatra. Menurutnya acara konservasi ini tidak bisa dijalankan Pemerintah sendiri, tetapi harus melibatkan semua pemangku kepentingan, penduduk dan mitra terkait supaya upaya membangun ekologi dan ekonomi mampu berjalan selaras. “Semoga serah terima kendaraan ini bisa berguna maksimal dan maksimal untuk konservasi hari ini dan ke depan, prospeknya bukan hanya harimau tapi satwa liar lain juga mampu diselamatkan,” tandas Andoko.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menyertakan dukungan yang diberikan ialah salah satu upaya PTAR dalam mendukung serta memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati di Sumatra Utara. ”Ini yakni bukti komitmen kuat PTAR pada keberlanjutan lingkungan, dengan menjaga kelestarian tumbuhan dan fauna, utamanya konservasi hewan langka di Sumatra Utara,” ungkap Katarina.