Rdpm Balikpapan Masuk Tahap Epc, Pertamina Gandeng Hutama Karya Dan Cpp

Jakarta,TAMBANG, Satu langkah pertumbuhan dalam proses pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan. Kali ini BUMN Energi PT Pertamina (Persero) menandatangani perjanjian Engineering, Procurement and Construction (EPC) Lawe-Lawe Facilities. Kegiatan penandatanganan ini dilaksanakan di Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (16/9/2019).

 

Penandatanganan persetujuan senilai USD 262 juta ini, dijalankan Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang dengan Presiden Direktur PT Hutama Karya Bintang Perbowo dan Chen Qingxun Executive Vice President, China Petroleum Pipeline Engineering Co.Ltd(CPP).

 

Ignatius menyebut kerjasama ini meliputi pembangunan Submarine-Pipe Line sebesar 52 Inch yang merupakan pipa terbesar yang akan dibangun oleh Pertamina.

 

Pipa akan dibangun di offshore dan onshore. Untuk yang di offshore pipa dengan diameter 52 inch sepanjang 13,8 km dan berdiameter 20 inch sepanjang 4,5 km. Sementara yang di onshore berdiameter 52 inch sepanjang 6,5 km dan diameter 20 inch sepanjang 14,4 km.

 

Menurut Ignatius, persetujuan kerjasama ini juga  mencakup pembangunan 1 unit Single Point Mooring kapasitas 350.000 DWT dan pembangunan 2 unit tanki berkapasitas 1 juta barel guna mengembangkan kapasitas crude intake untuk Kilang Balikpapan.

 

“Setelah penandatanganan ini hal yang dijalankan berikutnya yakni mobilisasi dan tahapan Engineering,” terang Ignatius.

 

Ia menentukan bahwa perusahaan yang terpilih sebelumnya sudah melalui proses tender dan terlatih melaksanakan pekerjaan serupa di beberapa proyek penting di mancanegara.

 

“Mohon doa dan tunjangan seluruh pihak, agar pembangunan ini berlangsung tanpa hambatan dan selesai tepat waktu, selaku komitmen Pertamina mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional,” tutup Ignatius.