Selama 2021, Grup Mind Id Catat Realisasi Reklamasi Sebesar 931,25 Hektar

JAKARTA, TAMBANG – BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, yang beranggotakan di antaranya PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah, mencatat realisasi kewajiban reklamasi seluas 931,25 hektar di sepanjang tahun 2021. Sedangkan sampai dengan tahun 2021, tercatat total area reklamasi seluas 5.814 hektar.

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan menyampaikan reklamasi yang dilaksanakan anggota MIND ID merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam melaksanakan manajemen dan praktik pertambangan yang baik.

“Reklamasi Anggota MIND ID merupakan refleksi atas janji pelaksanaan manajemen dan praktik operasional yang bagus. Reklamasi yang dilaksanakan adalah bab dari siklus operasional penambangan Grup MIND ID dan akan terus dijalankan di sepanjang aktivitas operasional,” kata Dany dalam informasi tertulis, dikutip Selasa (1/3).

Sebagai perusahaan pengelola sumber daya alam, Grup MIND ID menyadari adanya perubahan bentang alam pada acara pertambangan dan pembuatan mineral. Karena itu reklamasi dan keragaman hayati merupakan aspek material yang menjadi perhatian Grup MIND ID. Prinsip kehati-hatian diterapkan di setiap acara untuk meminimalkan pengaruh operasional.

Kebijakan reklamasi Grup MIND ID mengacu terhadap UU No 3 tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 wacana Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Grup MIND ID berkomitmen melaksanakan kewajiban reklamasi dan pascatambang dengan tingkat keberhasilan 100%.

“Perusahaan juga patuh untuk menempatkan dana jaminan reklamasi dan/atau pascatambang sesuai ketentuan yang berlaku. Total dana jaminan reklamasi dan/atau pascatambang Grup MIND ID tercatat sebesar Rp799,33 miliar,” ungkapnya.

Selain kewajiban reklamasi yang dilaksanakan setiap tahun, Grup MIND ID juga berupaya menawarkan nilai tambah dengan memasukkan aspek peningkatan ekonomi masyarakat pada konsep reklamasi perusahaan.

Di PT Bukit Asam Tbk, sebagian lahan bekas tambang di Tambang Air Laya dialokasikan menjadi areal tambak ikan untuk mendukung ketahanan pangan. Kini luas lahan tambak yang diusahakan oleh 25 binaan mencapai 2,5 ha. Pada 2021, hasil bikinan ikan dari tambak ini berbentukbenih Ikan Lele, Nila, Gurami, Patin, dan Baung dengan total pemasaran sebesar Rp582 juta.

Sedangkan di PT Timah Tbk, lahan bekas tambang seluas 17,7 hektar sedang disediakan untuk lokasi agrowisata bernama Kampong Reklamasi Selinsing. Kawasan wisata yang mau dikontrol profesional oleh Badan Usaha Milik Desa ini mempunyai banyak sekali fasilitas yang dapat mempesona wisatawan.

“Yang menarik ialah kawasan rekreasi ini disokong oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 kwp untuk mendukung operasional kawasan,” tuturnya.

Kedepannya, Grup MIND ID juga akan melaksanakan pengukuran serapan karbon dari aktivitas reklamasi yang dikerjakan selaku wujud akad dekarbonisasi. Di luar kewajiban reklamasi, Grup MIND ID juga berpartisipasi kepada acara-acara penanaman pohon yang lain.

Di PT Inalum (Persero) contohnya, tahun 2015–2021 sudah dilaksanakan penanaman pohon sebanyak 590.413 pohon di area seluas 1,056 hektar yang terletak di 7 kabupaten di sekeliling kawasan Danau Toba. Kegiatan in melibatkan Dinas Kehutanan, KPH, LSM, Kelompok Masyarakat, Kelompok Tani Hutan, TNI dan Polisi Republik Indonesia.

“Tahun 2022 Inalum merencanakan penanaman pohon sebanyak 308.148 pohon yang terdiri atas 130.000 pohon (260 Ha) merupakan Program Inalum Konservasi DTA Danau Toba dan 178.148 pohon (445,37 Ha) ialah Program Jasa Pengelolaan SDA berafiliasi dengan PJT1,” jelasnya.

Grup MIND ID, menurut dia mengamati aspek keberlanjutan dalam setiap kegiatan operasional sesuai dengan salah satu Peta Jalan Keberlanjutan perusahaan ialah Smart Operation.

“Perusahaan konsisten menjalankan upaya ini dengan perjuangan sesuai dengan regulasi yang berlaku baik KLHK dan KESDM” ujar Dany. “Grup MIND ID juga berusaha menyanggupi persyaratan ICMM (International Council on Mining and Metals) selaku wujud kesepakatan tata kelola operasional yang cocok dengan tolok ukur kelas dunia” tandasnya.