Selamat Jalan Legenda Pertambangan, James Robert Moffett

Jakarta TAMBANG – Salah satu legenda pertambangan dunia, James Robert Moffett meninggal dunia. Pria yang karib disapa Jim Bob ini, meninggal alasannya adalah tidak sanggup bertahan sehabis terinfeksi virus Covid-19.

Jim Bob ialah salah satu pendiri dan mantan CEO Freeport McMoran (FCX), induk usaha PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar dunia yang beroperasi di Papua. Nama Jim Bob berkali-kali menyanggupi beranda utama pemberitaan di Indonesia, lantaran banyak sekali penetrasi dan kedekatannya dengan petinggi-petinggi di Tanah Air.

Jim Bob meninggal di rumahnya, Austin, Texas, pada Jumat (8/1). Informasi tersebut dibenarkan oleh anak laki-lakinya, Bubba Moffett.

Tak lama lalu, perumpamaan sedih cita pribadi mengalir dari kolega-koleganya di FCX, mirip Chairman of the Board of FCX Gerald Ford, dan Vice Chairman and CEO FCX Richard Adkerson.

“Semangat Jim Bob dan dorongan tanpa henti selaku seorang penjelajah mengarah pada inovasi dan pengembangan cadangan minyak dan gas serta mineral kelas dunia selama karirnya yang panjang. Pikiran dan doa kami bareng keluarga, sahabat, dan orang yang dicintainya selama ini,” tutur Richard Adkerson lewat keterangan resminya.

“Jim Bob adalah seorang legenda dan visioner dalam industri sumber daya alam,” sambung Gerald Ford dalam peluang yang serupa.

Di tempat terpisah, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas juga memberikan duka cita lewat unggahan akun media sosial pribadinya.

“Rasa murung cita yg mendalam atas meninggalnya James Robert (Jim Bob) Moffett. Terima kasih atas dedikasinya untuk kemajuan industri pertambangan Indonesia,” tulis Tony.

Kiprah Jim Bob

Secara latar belakang, Jim Bob mempunyai keutamaan di bidang geologi perminyakan. Pada tahun 1964, ia bekerja selaku konsultan geologi, hingga pada 1969 bareng dua rekannya mendirikan McMoRan Oil & Gas Co. Perusahaan ini menjadi korporasi minyak dan gas terkemuka di Amerika Serikat.

Pada 7 April 1967, Freeport Sulphure of Delaware mengawali penambangannya di Papua, kemudian mendirikan PT Freeport Indonesia (PTFI). Pada 1970-an, Freeport berubah nama menjadi Freeport Minerals. Pada 1981, Jim Bob menggabungkan Freeport Minerals dengan McMoRan Oil & Gas untuk membentuk Freeport-McMoRan Inc (FCX).

Jim Bob diangkat menjadi CEO Freeport McMoRan Inc pada 1984 sampai 2003. Kemudian posisinya bergeser sebagai Executive Chairman sampai 29 Desember 2015. Dalam rentang waktu tersebut, Jim Bob berulangkali harus menjalin korelasi dengan elite Indonesia untuk mengamankan operasi PTFI.

Soeharto Butuh Bantuan

The New York Times pada 1997 pernah mencatat, Jim Bob sungguh akrab dengan Bob Hasan, sahabat main golf mantan Presiden Soeharto tiap dua kali sepekan. Soeharto pernah mengundang Jim Moffet ke peternakan di Tapos, Bogor, Jawa Barat.

Saat itu ia tiba ditemani Bob Hasan. Mengutip The New York Times, dalam pertemuan itu Soeharto meminta Jim Bob, menolong pendanaan eksploitasi tambang emas di Busang, Kalimantan Timur.

Negosiasi Divestasi Di Masa Jokowi

Sekitar dua bulan sebelum Jim Bob turun dari jabatan CEO FCX, dia menemui Presiden Joko Widodo. Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pagi hari pada 6 Oktober 2015. Pertemuan inilah yang mencuatkan lagi nama penggemar penyanyi rock and roll Elvis Presley itu, ke jagat pemberitaan media di Indonesia.

Sepanjang 2015, Freeport memang sedang mencari kepastian atas abad depan bisnisnya di Indonesia. Pada 9 Juli 2015, perusahaan berkirim surat ke Pemerintah meminta perpanjangan izin operasi PTFI. Tapi sesuai aturan, perpanjangan izin cuma mampu diberikan pada 2019 atau dua tahun sebelum Kontrak Karya (KK) selsai pada 2021.

Bukannya izin perpanjang yang diperoleh, pemerintah justru mendesak Freeport memenuhi janji terkait empat hal. Pertama, pelepasan (divestasi) sampai 30 persen saham PTFI kepada Pemerintah Indonesia.

Kedua, pembangunan kemudahan pengolahan konsentrat mineral tambang atau smelter. Ketiga, konsolidasi luas kawasan pertambangan. Dan keempat, kenaikan penggunaan barang, jasa, dan tenaga kerja dalam negeri.

Lobi Cikeas

Jim Bob yang disebut selaku legenda pertambangan Amerika Serikat itu, juga harus melobi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Pertemuan dengan pejabat pemerintahan SBY cukup intens dijalankan pada 2014.

Saat itu, PTFI terkena larangan ekspor mineral tambang, karena belum memenuhi keharusan membangun smelter. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010, yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara.

Selama 6 bulan, aktivitas operasi PTFI terhambat. Hasil tambang tak mampu dimasak di dalam negeri karena smelter belum ada, namun tak mampu juga diekspor. Kegiatan penambangan terpaksa dilarang, sehingga ribuan pegawai terancam berhenti kerja.

Dalam usianya dikala itu yang telah 74 tahun, Jim Bob pun harus beberapa kali menempuh penerbangan 18 jam dari Arizona ke Jakarta, menemui pejabat Pemerintah Indonesia.

James Moffett Di Mata Orang Terdekat

Mantan Wali Kota New Orleans Sidney Barthelemy (1986-1994) mengatakan, Jim Robert Moffett memiliki jasa yang besar bagi perekonomian New Orleans dikala terdampak penurunan harga minyak dunia. Jim Bob menyetujui refinancing obligasi senilai USD 35 juta untuk pekerjaan infrastruktur, taman, dan perpustakaan.

“Dia orang yang bagus dan siap menolong. Dia aset yang luar biasa bagi kota ini,” kata Barthelemy.

Bill Goldring, pengusaha minuman dari New Orleans dan salah satu orang yang mengenal dekat Jim Bob juga menyampaikan, almarhum dikenal memiliki kepribadian yang gigih dan pantang mengalah.