Semester I, Pemerintah Sudah Bangkit 240 Unit Infratruktur Pengisian Listrik

Jakarta,TAMBANG,- Dalam rangka mempercepat ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), medukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperbesar Infrastruktur Pengisian Listrik (IPL) untuk KBLBB. Dalam enam bulan pertama tahun ini, jumlah IPL KBLBB mencapai 240 unit dari target 390 unit terpasang di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun 2021.

“Penambahan infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini untuk menunjang saluran serta membuat lebih mudah pengguna kendaraan listrik. Diharapkan kian banyak penduduk yang tertarik untuk memakai kendaraan listrik,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Munir Ahmad di Jakarta, Rabu (8/9).

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini tersebar di Indonesia dengan penempatan di pusat perbelanjaan, kantor PT PLN (Persero), Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), gelanggang olahraga, bandara, ruas tol, perkantoran, dealer resmi, sampai pool taksi.

“Sebanyak 240 unit infrastruktur tersebut berisikan 166 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan instalasi privat electric vehicle (EV) charging station, serta 74 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU),” ungkap Munir.

Bentuk perlindungan lain dari Pemerintah kepada kendaraan listrik yakni dengan menerbitkan regulasi penunjang berupa Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 perihal Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Permen ESDM tersebut mengendalikan tanggung jawab tubuh perjuangan, proses perizinan, denah listrik, tarif tenaga listrik, insentif, sampai keselamatan berusaha.

Munir juga menerangkan capaian Ditjen Ketenagalistrikan terkait rasio elektrifikasi, susut jaringan, dan penambahan pembangkit, transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi. “Rasio elektrifikasi nasional pada tahun 2021 memiliki sasaran sebesar 100%. Artinya, semua rumah tangga di Indonesia memiliki terusan energi listrik. Berdasarkan info program penetapan, rasio elektrifikasi nasional sampai dengan semester I/2021 sebesar 99,37%,” lanjutnya.

Susut jaringan tenaga listrik hingga dengan triwulan I/2021 sebesar 9,00% sesuai dengan Surat Penetapan Realisasi Susut Jaringan PT PLN (Persero) tanggal 17 Juni 2021. Pada tahun 2021, sasaran susut jaringan tenaga listrik sebesar 9,01%.

Munir lantas menyebut sampai semester I/2021 ada penambahan pembangkit 679,59 MW, transmisi 1.203,31 kms, gardu induk 2.930 MVA, dan jaringan distribusi 6.951,56 kms.

“Pemerintah tetap menjamin efek pandemi Covid-19 tidak akan mengganggu keamanan pasokan listrik dan dipastikan kondisi cadangan aman pada metode ketenagalistrikan,” tandas Munir.