Sepanjang 2021, Realisasi Penggunaan Tkdn Pt Pertamina Capai 60 Persen

Jakarta,TAMBANG,- PT Pertamina (Persero) terus menggenjot penggunaan Tingkat Komponen DalamNegeri (TKDN) dalam banyak sekali proyek strategis nasional.Hasilnya, penggunaanTKDN yang direalisasikan tahun 2021 meraih 60 persen atau senilai Rp 9,73 triliun. Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan realisasi TKDN Pertamina sudah diverifikasi seluruhnya oleh surveyor independen dari PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia. Realisasi tersebut mencakup Pertamina Group baik holding maupun subholding.

“Salah satu bentuk kesepakatan Pertamina untuk memutuskan implementasi penggunaan TKDN di perusahaan berlangsung optimal yaitu dengan menyusun dan mengimplementasikan Pedoman Pengelolaan Penggunaan Produk Dalam Negeri yang berlaku efektif mulai 1 Desember 2020 ,”ujar Heppy.

Menurut Heppy,selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina terus mengembangkan pemanfaatan produk dalam negeri dan mengutamakan industri domestik pada pelaksanaan proses bisnis maupun proyek Pertamina. Hal ini sesuai dengan regulasi Pemerintah untuk mendorong pergerakan ekonomi nasional yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2018 wacana Pemberdayaan Industri serta peraturan Kementerian terkait lainnya.

Pertamina, sambung Heppy, juga telah menciptakan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dimana salah satu fokusnya yaitu roadmap implementasi TKDN yang secara bertahap ditargetkan sampai 50% pada tahun 2026. Hal ini menggambarkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan TKDN secara berkesinambungan.

“Pertamina telah mensyaratkan penerapanTKDN pada setiap proses pengadaan di semua lini bisnis Pertamina Group baik dalam pengadaan barang, pengadaan jasa ataupun pengadaan gabungan barang dan jasa,” imbuh Heppy. Heppy menjelaskan berbagai teladan penerapan TKDN dalam proyek strategis nasional,salah satunya pengadaan pipa untuk Proyek EPC Lawe-Lawe di Balikpapan, Kalimantan Timur yang sudah menggunakan produk dalam negeri. Proyek yang dilaksanakan Subholding Refinery & Petrochemical – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini memakai pipa transfer 20 inch dan 52 inch on shore dan offshore yang semuanya merupakan karya anak bangsa sehingga memajukan capaian TKDN secara signifikan.

PT KPI juga selalu melakukan pendampingan sejak awal terhadap pabrikan pipa dalam negeri mulai dari pengerjaan material plat hingga dengan pembuatan pipa tersebut sehingga produk pipa yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan dalam proyek. Implementasi TKDN juga dilaksanakan di PT Pertamina Hulu Mahakam(PHM) dalam bikinan pipa konduktor 20 inch. PT PHM secara konsisten telah melakukan training terhadap pabrikan-pabrikan dalam negeri, sehingga produk pipa dalam negeri yang dihasilkan dapat memenuhi spesifikasi yang disyaratkan dalam proyek. Dari pembinaan yang sudah dilaksanakan, pipa buatan dari pabrikan dalam negeri telah lolos field trial test dan mampu dipergunakan sebagai substitusi produk impor.

Hal ini pun memajukan capaian TKDN Pertamina secara keseluruhan. “Atas pencapaian dan akad tersebut, Pertamina menjadi satu-satunya BUMN yang mendapat penghargaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atas komitmennya dalam implementasi TKDN,” tandas Heppy.