Shell Gandeng Konsumen Lng Jepang Genjot Dekarbonisasi

Jakarta, TAMBANG – Shell Eastern Petroleum Limited (Shell) telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Tokyo Gas dan Osaka Gas. Ketiganya sepakat untuk mempercepat dekarbonisasi di seluruh rantai bikinan masing-masing. Tokyo Gas dan Osaka Gas ialah mitra loyal konsumen LNG dari Shell.

Lewat kontraktersebut, mereka akan menjajaki aneka macam penyelesaian berpeluang. Mulai dari peluang pengembangan hidrogen, carbon capture, utilisation & storage (CCUS), biometana, dan gas sintetis berbasis energi terbarukan alias renewable natural gas (RNG).

“Kami sudah mengantarkan LNG ke Jepang selama lebih dari 50 tahun, dan gembira menjadi bagian dari perjalanan energi Jepang. Kami menggandeng Tokyo Gas dan Osaka Gas dalam mengeksplorasi kesempatanpengembangan banyak sekali produk dan penyelesaian energi rendah karbon, seperti hidrogen dan gas sintetis berbasis energi terbarukan,” kata EVP Shell Energy, Steve Hill melalui informasi resminya, Selasa (7/6).

Pada kesempatan yang serupa, Senior Managing Executive Officer Tokyo Gas Head of Digital Innovation Division, Kentaro Kimoto menyampaikan, pihaknya akan berbagi penyelesaian meraih dekarbonisasi, termasuk mempelajari kemungkinan proyek percontohan pembentukan rantai pasokan gas sintetis.

“Tokyo Gas akan terus mempercepat inisiatif ini melakukan pekerjaan sama dengan industri gas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Senior Executive Officer Osaka Gas Head Of Energy Resources And International Business Unit, Keiji Takemori menerangkan, pihaknya memburu target net-zero pada tahun 2050 yang telah dideklarasikan oleh Grup Daigas semenjak tahun kemudian.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk berkolaborasi dengan mitra lama kami Shell di bawah MOU ini, dalam menyebarkan solusi untuk netral karbon, mirip pengembangan gas sintetis yang dihasilkan oleh teknologi metanasi, dan solusi dekarbonisasi lainnya termasuk hidrogen, amonia, dan CCUS.” bebernya.

Sebagai citra, pada Januari lalu, Shell meproduksi hidrogen hijau di Tiongkok dengan mengawali elektroliser hidrogen 20 megawatt. Lokasi tepatnya berada di Zhangjiakou, Provinsi Hebei.

Pada September tahun lalu, Shell sukses mencapai startup dan bikinan renewable natural gas (RNG) di kemudahan biometana Amerika Serikat pertamanya. Selain itu, Shell juga memulai elektroliser hidrogen hijau polymer electrolyte membrane (PEM) terbesar di Eropa di Shell Energy and Chemicals Park Rheinland.