Tandatangani Pjbtl, Pln Bakal Listriki Smelter Antam Di Halmahera Timur Sebesar 80 Mva

Jakarta, TAMBANG – PT PLN Persero melaksanakan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT Aneka Tambang (Antam) pada Senin 14 Maret 2022. Hal ini dikerjakan guna mendukung operasional akomodasi pengolahan dan pemurnian (smelter) feronikel milik Antam yang terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Dengan perjanjian tersebut, Perusahaan setrum milik negara itu bakal memasok listrik sebesar 80 Mega Volt Ampere (MVA) ke smelter yang bakal beroperasi pada tahun ini.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menentukan lewat PJBTL ini PLN eksklusif melakukan eksekusi pemindahan pembangkit yang idle ke Halmahera Timur semoga pasokan listrik segera mampu dijalankan.

“Dalam waktu dekat kami akan secepatnya merelokasi pembangkit untuk mampu dioperasikan di Smelter Feronikel Antam,” ujar Darmawan dalam informasi tertulis, Rabu (16/3).

Namun, untuk jangka menengah dan jangka panjang, lanjut Darmawan, nantinya kedua perusahaan ini bekerja sama untuk membuat pembangkit yang lebih efisien.

“Kita akan bersama menghitung pembangkit apa yang bisa lebih efisien untuk smelter ini. Ini akan kami lakukan bersama. Insya Allah listriknya ahli dan efisien,” ujarnya.

Direktur Utama Antam, Nicholas Kanter menerangkan dengan sinergi bareng PLN, pabrik pemurnian feronikel ini bisa beroperasi dalam waktu akrab. Ini merupakan pabrik yang telah lama digadang-gadang oleh perusahaan untuk mampu mengembangkan hilirisasi mineral.

“Tidak ada keraguan dari kami untuk bekerja sama dengan PLN. Karena kami juga sesama BUMN. Ini merupakan amanah Kementerian BUMN juga untuk mengembangkan kolaborasi dan mengembangkan efisiensi,” ujar Niko.

Ia juga menerangkan, smelter ialah salah satu proyek strategis nasional untuk mendukung hilirisasi mineral di Indonesia. Dengan santunan listrik PLN, smelter yang telah final dibangun ini akan secepatnya beroperasi sarat .

“Dengan adanya sinergi bersama PLN, smelter ini akan beroperasi pada 2022 ini,” ujar Niko.

Melalui PJBTL ini, PLN akan melistriki smelter Feronikel selama 30 tahun ke depan. Untuk mampu memenuhi kebutuhan listrik tersebut, PLN akan menghadirkan dua mesin pembangkit dari Sumatera Selatan sebesar 51 MW dan Jambi sebesar 60 MW untuk dibawa ke Halmahera Timur sehingga bisa mengoptimalkan pasokan listrik untuk smelter Antam.