PLTU Jawa 7 akan menjadi PLTU Batubara paling besar dan pertama di Indonesia yang memakai teknologi boiler Ultra Super Critical (USC). Teknologi USC dapat mengembangkan efisiensi pembangkit 15 persen lebih tinggi dibandingkan non USC sehingga menurunkan biaya materi bakar per kWh.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menjelaskan, Pemerintah terus mendorong percepatan 35.000 MW dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, salah satunya di PLTU Jawa 7.
“Jawa Bali kita tahu kemajuan ekonominya cukup pesat. Dengan adanya suplemen pasokan listrik dari PLTU Jawa 7 nantinya, pasokan industri akan lebih terjamin, penduduk lebih produktif dan sektor ekonomi kreatif juga semakin meningkat ,” ungkap Agung dalam informasi resmi, Senin (8/7).
Dalam keterangan pers PLN, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto W.S mengungkapkan bahwa proyek tersebut dijadwalkan akan beroperasi resmi secara komersial untuk mendukung pasokan sistem Jawa-Bali pada Oktober 2019 untuk unit 1 dan April 2020 untuk unit 2.
Kelebihan lain dari PLTU Jawa 7 yakni dalam operasinya memakai SWFGD (Sea Water Fuel Gas Desulfurization). Sistem ini sangat ramah lingkungan alasannya adalah penyaluran batubara dari tongkang menggunakan coal handling plant sepanjang 4 km sehingga tidak ada kerikil bara yang tercecer sampai coal yard.